Ubah mindset kita jika berolahraga itu sukar dilakukan saat berpuasa. Para ahli menyebutkan olahraga itu bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat berpuasa. Asalkan takaran berolahraganya disesuaikan dengan kondisi saat puasa. Begitu juga bersepeda saat berpuasa.
Bersepeda bisa juga dilakukan selama berpuasa. Asalkan tahu cara dan waktunya. Beberapa di antaranya adalah memilih waktu yang tepat bersepeda.
Eh, iya sebelum bersepeda, usahakan pada malam hari -setelah berbuka atau saat sahur- minum air putih yang banyak. Para ahli menganjurkan, minimal minum air putih 10 gelas (ukuran 500 cc) per hari. Supaya tubuh kita cukup air sewaktu menjalankan aktivitas sambil puasa di siang hari. Jangan lupa perbanyak makan-makanan berserat dan protein tinggi supaya tetap bugar di siang hari.
Paling memungkinkan untuk sepedaan adalah pukul 05.30 sampai pukul 07.00. Di mana, matahari belum bersingsut. Udara sejuk di pagi hari akan mengurangi pemakaian energi berlebih saat bersepeda.
Seperti biasa, pemanasan diperlukan sebelum ngegowes. Usahakan jangan mengambil trek yang banyak tanjakannya. Santai saja saat menggowes alias jangan ngotot. Kurangi waktu tempuh bersepeda dibandingkan dengan bersepeda di luar bulan-bulan Ramadan.
Sebenarnya, godaan terberat bukan rasa haus yang menyerang saat bersepeda, melainkan emosi kita saat melaju di antara kendaraan-kendaraan bermotor penyumbang polusi udara kota.
Di sini, mumpung Ramadan, berlatih kesabaran agar pahala puasa tidak berkurang. Intinya, enggak perlu langsung marah kalau jalurnya diserobot pengendara sepeda motor atau angkutan umum. Santai aja bro, nikmati perjalanan. Jangan cuma karena emosi sesaat puasa kita jadi terhambat.
Selain bersepeda di pagi hari, bersepeda di sore hari juga ada bagusnya. Yang paling asyik kalau bersepeda satu atau dua jam sebelum berbuka. Ya, itung-itung ngabuburit lah. Asyik toh, enak toh, berkeliling ke sejumlah tempat keramaian sambil naik sepeda. Lagian kan lumayan, sambil bersepeda bisa mampir ke para penjaja panganan berbuka puasa untuk dibawa pulang dan berbuka puasa bareng keluarga. Berbagi rezeki dengan pedagang dan membahagiakan keluarga yang di rumah dengan makanan yang kita beli, pahalanya bisa berlipat-lipat.
Jadi, Ramadan tidak akan mengurangi waktu bersepeda. Sudah sehat, dapat pahala pula. Lha, kalau sudah begitu tunggu apa lagi, ayo ngegowes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar