Jumat, November 27, 2009

Hati-hati Bersepeda Saat Hujan


Wah guys, sekarang sudah bulan November dan seperti biasanya Jakarta dan sekitarnya sudah memasuki musim hujan. Terbukti dari hujan yang selalu mengguyur Jakarta dan sekitar saban siang. Nah, karena kita bersepeda ke sekolah sudah pasti musim hujan berpengaruh ke kita.


Musim hujan baru akan berakhir pada akhir Maret atau awal April tahun 2010. Pada masa akhir tahun hujan akan turun pada siang hari, sehingga kita kehujanan saat pulang sekolah. Namun, pada awal tahun nanti hujan akan turun dari dini hari sampai pagi sehingga kita kehujanannya saat berangkat sekolah.

Ada yang sebal dengan musim hujan ini karena tidak suka menjadi basah karena kehujanan. Namun banyak juga yang senang bersepeda sambil hujan-hujanan karena hal itu memang mengasyikan. Apalagi kalau hujannya deras, laksana naik sepeda sambil berenang. Cuma tanggung sendiri ya kalau sakit, dan jangan merepotkan Mama.

Di balik keasyikannya, bersepeda sambil hujan-hujanan juga memiliki beberapa risiko bagi pesepeda, yakni:

  1. Jalan basah.

Jalan yang basah itu identik dengan licin, karena roda kendaraan tidak bisa langsung mencengkeram aspal karena terhalang oleh air. Hal itu berbahaya bagi sepeda yang hanya memiliki dua roda dan mengandalkan keseimbangan pengendaranya. Karena itu jangan mengerem mendadak supaya sepeda tidak selip saat rodanya mendadak berhenti. Salah satu cara supaya tidak mengerem mendadak adalah jangan ngebut.

  1. Genangan air.

Genangan air kelihatanya asyik untuk dilewati, karena airnya bisa nyiprat ke mana-mana (cocok sekali buat para BtSer yang iseng). Namun sebaiknya genangan air jangan dilewati. Alasannya, genangan air itu menutupi kondisi permukaan jalan, termasuk menutupi lubang. Jika lubang itu dalam, padahal kalian tak bisa menaksir kedalamannya karena tertutup air, kalian bisa jatuh. Roda sepeda pun bisa bengkok karenanya. Jadi, dari pada badan terluka dan sepeda rusak, mendingan hindari genangan air.

  1. Awal hujan turun

Pada saat rintik-rintik hujan mulai turun kita mempercepat laju sepeda agar tidak kehujanan di jalan. Ternyata hal itu berbahaya. Sebaliknya kita harus mengurangi laju sepeda untuk menghindari celaka. Kenapa? Jalan raya yang kita lewai sering sekali terkena tetesan oli dari kendaraan bermotor yang lewat, dan kita tahu oli itu licin. Pada saat hujan oli yang licin itu terkena air dan berada di permukaan air sehingga membuat jalan lebih licin lagi saat hujan baru mulai.

  1. Jarak pandang terbatas

Hujan mengakibatkan jarak pandang pengendara berkurang, baik dia pengendara sepeda, sepeda motor, atau mobil. Nah, daripada kita berharap orang lain yang melihat kehadiran kita, lebih baik kita yang lebih berhati-hati terhadap kendaraan lain. Nyalakan lampu kedap-kedip untuk menarik perhatian, dan bunyikan bel setiap akan melewati persimpangan.

  1. Rem

Kanvas rem yang basah membutuhkan waktu 10 kali lebih lama untuk bekerja. Jadi jangan heran jika sepeda tak bisa langsung berhenti saat rem ditarik. Karena itu tarik lah rem berkali-kali agar air di kanvas rem terperas keluar.

OK, hati-hati bersepeda saat hujan. Jangan lupa bungkus buku-buku, dompet, dan telepon seluler dengan plastic supaya tidak rusak.

Tidak ada komentar: